Menulis untuk sebuah pencarian yang tak berkesudahan. Menulis untuk mengaktualisasi yang asalnya cuma bayang-bayang. Menulis untuk merumuskan lintasan-lintasan yang tiba-tiba muncul dalam pikiran. Menulis untuk menyapa lembutnya hati dan dalamnya perasaan. Menulis untuk secara perlahan dan terus-menerus menguatkan keyakinan. Menulis untuk memaknai setiap torehan dan liku kehidupan. Menulis untuk berupaya menggapai hakikat dan kesejatian.

Minggu, 05 Juni 2022

Tutur Kata #3


Ruwat Sengkolo dibanting oleh Ki Janggan gurunya dan dibentak: "Pamer makrifat kamu!".

"Yang berbahaya dan potensial mempelesetkan manusia bukan hanya kebodohan, tapi juga kepandaian. Bukan hanya kemiskinan, tapi juga kekayaan. Bukan hanya kelemahan tetapi juga kekuatan. Bukan hanya kejahilan, tetapi juga kealiman. Bukan hanya dhulumat, tapi juga makrifat."

[Nukilan dialog teater "Nabi Darurat Rasul Ad-Hoc" karya Emha Ainun Nadjib]

0 komentar:

Posting Komentar