Menulis untuk sebuah pencarian yang tak berkesudahan. Menulis untuk mengaktualisasi yang asalnya cuma bayang-bayang. Menulis untuk merumuskan lintasan-lintasan yang tiba-tiba muncul dalam pikiran. Menulis untuk menyapa lembutnya hati dan dalamnya perasaan. Menulis untuk secara perlahan dan terus-menerus menguatkan keyakinan. Menulis untuk memaknai setiap torehan dan liku kehidupan. Menulis untuk berupaya menggapai hakikat dan kesejatian.

Minggu, 05 Juni 2022

Pustaka Rasa #4


Ada dua momentum senja yang paling syahdu: saat tenggelam dalam nuansa kepekatan rindu; atau bersemayam dalam ketakberdayaan cinta.

-Sam Palgunadi-
15 September 2013

0 komentar:

Posting Komentar