Menulis untuk sebuah pencarian yang tak berkesudahan. Menulis untuk mengaktualisasi yang asalnya cuma bayang-bayang. Menulis untuk merumuskan lintasan-lintasan yang tiba-tiba muncul dalam pikiran. Menulis untuk menyapa lembutnya hati dan dalamnya perasaan. Menulis untuk secara perlahan dan terus-menerus menguatkan keyakinan. Menulis untuk memaknai setiap torehan dan liku kehidupan. Menulis untuk berupaya menggapai hakikat dan kesejatian.

Rabu, 08 Juni 2022

Senjakala


Di sepi senjakala: atribut semesta
kembali ke tepian cakrawala.
Semakin diam, semakin kelam,
lalu tenggelam di himpitan petang.

Senjakala yang singkat,
lekas menyudahi seri pelita hangat,
menyisakan bekas-bekas warna
kadung meresap di relung jiwa.

Mahligai rasa, bagaimana kabarmu?
Dalam sepi diam kalbu,
engkau sama: lekas pilu,
tak berdaya dikulum rindu.

Kesendirian jiwa, dimanakah aku?
Dalam gelap bertambah bisu,
kita sama padam di lorong semu:
mencari pendar makna, lalu menyatu.

-Sam Palgunadi-
Pati, 5 Juni 2022

0 komentar:

Posting Komentar