Di sepi senjakala: atribut semesta
kembali ke tepian cakrawala.
Semakin diam, semakin kelam,
lalu tenggelam di himpitan petang.
Senjakala yang singkat,
lekas menyudahi seri pelita hangat,
menyisakan bekas-bekas warna
kadung meresap di relung jiwa.
Mahligai rasa, bagaimana kabarmu?
Dalam sepi diam kalbu,
engkau sama: lekas pilu,
tak berdaya dikulum rindu.
Kesendirian jiwa, dimanakah aku?
Dalam gelap bertambah bisu,
kita sama padam di lorong semu:
mencari pendar makna, lalu menyatu.
-Sam Palgunadi-
Pati, 5 Juni 2022

0 komentar:
Posting Komentar