Menulis untuk sebuah pencarian yang tak berkesudahan. Menulis untuk mengaktualisasi yang asalnya cuma bayang-bayang. Menulis untuk merumuskan lintasan-lintasan yang tiba-tiba muncul dalam pikiran. Menulis untuk menyapa lembutnya hati dan dalamnya perasaan. Menulis untuk secara perlahan dan terus-menerus menguatkan keyakinan. Menulis untuk memaknai setiap torehan dan liku kehidupan. Menulis untuk berupaya menggapai hakikat dan kesejatian.

Minggu, 05 Juni 2022

Bagaimana Bisa


Bagaimana bisa malam menjelma
rindu yang menggebu,
cinta yang tak berdaya,
jumpa yang tak sampai
berbalas kata, peluk dan belai?

Bagaimana bisa jarak memulai,
dua hati tak saling bertemu,
sama terjeda waktu,
padahal keduanya saling memburu
di kegelapan bersua bisu?

Bagaimana bisa kata-kata mewakili
desiran hati yang tak selesai
merapal semoga meluapkan pinta,
menuangkan tetesan tinta pemaknaan
cinta dan rindu tanpa perjumpaan?

Bagaimana bisa aku dan kamu
tak berdaya pada kekecewaan,
digelapkan oleh kebisuan,
diperdaya bayangan perpisahan,
jika rasa kita pencarian tak berkesudahan?

-Sam Palgunadi-
Pati, 3 Oktober 2021

0 komentar:

Posting Komentar