Menulis untuk sebuah pencarian yang tak berkesudahan. Menulis untuk mengaktualisasi yang asalnya cuma bayang-bayang. Menulis untuk merumuskan lintasan-lintasan yang tiba-tiba muncul dalam pikiran. Menulis untuk menyapa lembutnya hati dan dalamnya perasaan. Menulis untuk secara perlahan dan terus-menerus menguatkan keyakinan. Menulis untuk memaknai setiap torehan dan liku kehidupan. Menulis untuk berupaya menggapai hakikat dan kesejatian.

Sabtu, 21 Mei 2022

Cahaya-Mu

Perjumpaan itu seperti ombak:
timbul mendetak jarak, tenggelam menjejak riak.

Hembus angin menyemaikan harapan,
debur gemuruh meraupkan syak kembimbangan.

Ketika semburat senja menginsyafi kealpaan, Tuan.
Betapa kefakiran rasa merindukan: cahaya-Mu.

-Sam Palgunadi-
Ambon, 8 Mei 2017

0 komentar:

Posting Komentar