Menulis untuk sebuah pencarian yang tak berkesudahan. Menulis untuk mengaktualisasi yang asalnya cuma bayang-bayang. Menulis untuk merumuskan lintasan-lintasan yang tiba-tiba muncul dalam pikiran. Menulis untuk menyapa lembutnya hati dan dalamnya perasaan. Menulis untuk secara perlahan dan terus-menerus menguatkan keyakinan. Menulis untuk memaknai setiap torehan dan liku kehidupan. Menulis untuk berupaya menggapai hakikat dan kesejatian.

Minggu, 22 Mei 2022

Dekap

Seperti malam, yang heningnya
seolah mengisahkan sepenggal cerita.
Sebuah angan,
yang merindukan hadir-Mu
di penantian penuh sunyi dalam dada.

Tanpa kata. Tanpa suara.
Melalui goresan pena
aku melukis
keadaan yang tiada.
Dalam udara. Dalam cahaya.
Rinduku tertambat pada hasrat berjumpa.

Datanglah kembali dalam gelap malamku 
melalui setitik cahaya.
Segarkanlah penat hatiku 
dengan sesapuan udara.
Tuhan, dekap aku dalam cinta.

-Sam Palgunadi-
Jayapura, 26 Desember 2014

0 komentar:

Posting Komentar