Oleh: Saifuddin Du
Saat malam terhenti di permulaan pagi.
Seberkas sinar terbit membuka hari.
Secara perlahan sinar itu beranjak tinggi.
Menjadi sempurna ketika di tengah hari.
Ke ufuk barat ia lalu jalan menghampiri.
Hingga maghrib mengusirnya menghilang-pergi.
Jika waktu ibarat perjalanan sang matari.
Dari rendah-meninggi, menuju rendah lagi.
Tetap berjalan tanpa bisa berulang-kembali.
Alangkah mulia jika ia mampu hangatkan pagi.
Alangkah berguna jika dalam siang ia sedia menyinari.
Sungguh beruntung jika waktu maghrib ia sempat tersenyum setulus hati.
Detik demi detik menjelang tahun yang berganti.
Saat gerimis secara perlahan turun membasahi.
Aku tulis untukmu untaian pesan ini.
Aku berdoa berharap bahgia selalu kau dapati.
Tak ada duka-nestapa akan kau temui.
Semoga segala cita-cìnta dapat kau gapai.
Untukmu kuucap selamat menitì jalan baru 2012 masehi.
Podang
01 Januari 2012 00:03
Blogspot | Kompasiana

0 komentar:
Posting Komentar