Menulis untuk sebuah pencarian yang tak berkesudahan. Menulis untuk mengaktualisasi yang asalnya cuma bayang-bayang. Menulis untuk merumuskan lintasan-lintasan yang tiba-tiba muncul dalam pikiran. Menulis untuk menyapa lembutnya hati dan dalamnya perasaan. Menulis untuk secara perlahan dan terus-menerus menguatkan keyakinan. Menulis untuk memaknai setiap torehan dan liku kehidupan. Menulis untuk berupaya menggapai hakikat dan kesejatian.

Selasa, 24 Januari 2012

Aku Adalah Apa yang Ada Di Hatiku

Selepas malam suguhkan mimpi.
Awan hitam selimuti langit pagi.
Runtuhkan segala keteguhan hati.
Hilangkan beribu rajutan mimpi.

Aku terkekang dalam sepi.
Pergi mencari seorang diri.

Aku mengembara dalam angan.
Duduk bersiul merindu hujan.
Di tengah lapang kering kerontang.

Akankah kan kudapat jawaban?
Ketika awan hitam pun enggan.
Rintikkan tetes demi tetes kasih sayang.

Kapan engkau datang?
Padaku, menghias angan mengisi pikiran.
Hingga tak ada lagi rokok sebatang.
Juga tak secangkir wedang.
Aku bisa menetek di dada sumber kehidupan.

Aku harap tiba saatku.
Aku berjalan meninggalkan waktu.
Menenggelamkan sejuta ingin kalbu.
Menyusur tiap-tiap bait rindu.
Hanya datangmu dapat menuntuntunku.
Aku tak mau lagi menunggu.

Aku adalah apa yang ada di hatiku.
Di tapal batas tiada ragu:
Hanya padamu.



Saifuddin Du
Kalimongso
24 Januari 2012 13:37
Sumber Gambar

0 komentar:

Posting Komentar