Menulis untuk sebuah pencarian yang tak berkesudahan. Menulis untuk mengaktualisasi yang asalnya cuma bayang-bayang. Menulis untuk merumuskan lintasan-lintasan yang tiba-tiba muncul dalam pikiran. Menulis untuk menyapa lembutnya hati dan dalamnya perasaan. Menulis untuk secara perlahan dan terus-menerus menguatkan keyakinan. Menulis untuk memaknai setiap torehan dan liku kehidupan. Menulis untuk berupaya menggapai hakikat dan kesejatian.

Selasa, 10 Januari 2012

Selamat Jalan

Oleh: Saifuddin Du

Kembali mengisak dalam ingatan.
Saat kota pahlawan menyeru mengundang.
Secara perlahan berikan harapan.
Tak berwujud di kenyataan.

Kembali kuharus yakinkan.
Duniaku sebatas angan.
Harapku hanya lamunan.
Yang tak kutau sampai kapan?

Kini kereta hendak menyeret waktu pulang.
Dengan wajahmu masih membayang.
Tinggalkan sejuta harap-impian.
Sisakan secuil doa untuk kemudian.

Semoga takkan aku bosan.
Semoga Surabaya masih ijinkan kudatang.
Berikan kisah indah nan berkesan.
Padamu, aku berucap selamat jalan.


Stasiun Pasar Turi
07 Januari 2012 13:17
Blogspot | Kompasiana

0 komentar:

Posting Komentar