Oleh: Saifuddin Du
Dalam malam sepi.Ketika angan hendak menuntun ke dunia mimpi.
Tampak olehku secercah cahaya menyinari.
Semakin elok bersandingkan kenangan dalam hati.
Hingga ingin rasanya tangan ini segera menggapai.
Dan lalu.
Angin malam pun bertanya padaku.
Siapakah gerangan cahaya elok itu?
Aku jawab, “dialah kamu.”
Yang sedang di sana dinina-bobokan waktu.
Adapun kini.
Setelah malam terus menerus berganti.
Cahaya itu terasa memudar kembali.
Hanya gelap tersisa di ujung mata ini.
Aku tak tau lagi.
Kemana kaki akan membawa hati pergi.
Maafkan rasaku.
Yang berjalan tak menentu.
Yang kadang terombang-ambing oleh waktu.
Untuk sekedar mencari tau.
Apakah cinta itu?
Kereta Kertajaya (Perjalanan Surabaya – Jakarta)
08 Januari 2012 00:25
Blogspot | Kompasiana

0 komentar:
Posting Komentar