Menulis untuk sebuah pencarian yang tak berkesudahan. Menulis untuk mengaktualisasi yang asalnya cuma bayang-bayang. Menulis untuk merumuskan lintasan-lintasan yang tiba-tiba muncul dalam pikiran. Menulis untuk menyapa lembutnya hati dan dalamnya perasaan. Menulis untuk secara perlahan dan terus-menerus menguatkan keyakinan. Menulis untuk memaknai setiap torehan dan liku kehidupan. Menulis untuk berupaya menggapai hakikat dan kesejatian.

Jumat, 13 Januari 2012

Mencari Tau

Oleh: Saifuddin Du
Dalam malam sepi.
Ketika angan hendak menuntun ke dunia mimpi.
Tampak olehku secercah cahaya menyinari.
Semakin elok bersandingkan kenangan dalam hati.
Hingga ingin rasanya tangan ini segera menggapai.

Dan lalu.
Angin malam pun bertanya padaku.
Siapakah gerangan cahaya elok itu?
Aku jawab, “dialah kamu.”
Yang sedang di sana dinina-bobokan waktu.

Adapun kini.
Setelah malam terus menerus berganti.
Cahaya itu terasa memudar kembali.
Hanya gelap tersisa di ujung mata ini.
Aku tak tau lagi.
Kemana kaki akan membawa hati pergi.

Maafkan rasaku.
Yang berjalan tak menentu.
Yang kadang terombang-ambing oleh waktu.
Untuk sekedar mencari tau.
Apakah cinta itu?

Kereta Kertajaya (Perjalanan Surabaya – Jakarta)
08 Januari 2012 00:25
Blogspot | Kompasiana

0 komentar:

Posting Komentar