Menulis untuk sebuah pencarian yang tak berkesudahan. Menulis untuk mengaktualisasi yang asalnya cuma bayang-bayang. Menulis untuk merumuskan lintasan-lintasan yang tiba-tiba muncul dalam pikiran. Menulis untuk menyapa lembutnya hati dan dalamnya perasaan. Menulis untuk secara perlahan dan terus-menerus menguatkan keyakinan. Menulis untuk memaknai setiap torehan dan liku kehidupan. Menulis untuk berupaya menggapai hakikat dan kesejatian.

Sabtu, 04 Februari 2012

Aku Terasing



Malam larut dalam lautan bisu.
Ombak semakin surut seiring dentum waktu.
Perjalanan membawa arus kian menepi.
Jerita-jeritan kalbu terdengar lirih dalam sepi.

Oh.. tidakkah secangkir kopi memberi arti.
Menepi, bukan karena inginkan sepi.
Sekedar mencari untuk kemudian sadari.
Diri sendiri pun tak pernah kutemui.

Aku terasing di padhepokan santri.

Jikalau pagi hanya suguhkan harapan.
Malam sepenuhnya adalah kegelapan.
Di dalamnya aku terjaga, lalu hilang.
Mencari titik demi titik sinar terang.

Aku merindukanmu, dalam kesunyian.

Sungguh menggigil terasa.
Adakah hangatmu terselip padanya?
Ketika setitik sinar tak menyapaku juga.
Sudikah malam terus menyelipkan asa?

Aku hanya manusia kerdil penuh tanya.


Saifuddin Du
PJMI Bintaro
04 Februari 2012 04:53
Sumber Gambar

0 komentar:

Posting Komentar