Oleh: Saifuddin Du
Aku mendengar suara itu sayup-sayup
Kau bisikkan di kupingku dengan lembut
Seuntai harapan keindahan hari esok
Berkisahkan bocah menapak tangga nirwana
Dalam alunan sepi berirama sajak cinta
Di balik indah bisikan itu
Kembali kau tanyakan kesungguhanku
Aku lihat lalu ragu
Seorang bocah penuh luput
Berarakkan ketekunan semakin surut
Di senja hari yang larut
Aku putuskan untuk menunggu
Bertahan di jalan yang dulu
Tempat sepintas kau berlalu
Bertelanjang kaki
Menentang gunung menjulang tinggi
Menanjak bebatuan penuh duri
Kau paksa aku mengerti
Mengenalmu adalah mimpi
Bersamamu berarti sepi
Jejak-langkahku telah pasti
Aku bertelanjang diri
Pondok Aren
12 Desember 2011
Blogspot | Kompasiana

0 komentar:
Posting Komentar