Aku sudah lama ingin menulis. Tapi tidak tahu apa mesti aku tuangkan pada selembar kertasku yang sudah usang - penuh dengan coretan-coretan tak berarti. Harus kuakui kini aku tidak bisa menulis seperti dulu lagi. Iya, mungkin dulu belum dapat disebut "bisa" dan kini aku semakin kehilangannya. Catatan ini mungkin sekedar sebagai tombo kangen saja lah, juga pengingat lupa barangkali. Karena aku merasa sudah sangat banyak yang aku lalui beberapa tahun belakangan ini yang tidak terdokumentasi sama sekali.
Sekarang aku tinggal di Kota Ambon. "Kota Dhuha" aku menyebutnya. Aku sebut demikian karena sebelumnya aku tinggal di Kota Jayapura selama kurang lebih 2 tahun 3 bulan. Jayapura aku maknai sebagai "Kota Matahari Terbit", karena disanalah matahari terbit untuk pertama-tama di bumi Nuswantara ini. Kebetulannya juga, Jayapura merupakan tempat penempatan definitif pertamaku selama bekerja di Direktorat Jenderal Pajak. Jadi, agar aku senantiasa husnudzon dengan ketetapan Gusti Allah, untuk memotivasi diri sendiri dan sebagai upaya untuk istiqomah memaknai hidup, aku berkeyakinan bahwa penempatanku di Jayapura berarti penerbitan karierku, lelakuku atau sulukku dalam jalan panjang kehidupan.
Sementara itu, Ambon sedikit lebih ke barat dari Pulau Papua. Kalau dihitung menggunakan peredaran matahari barangkali ia sudah naik setinggi tombak. Saat naiknya matahari dalam istilah arab disebut dengan waktu dhuha, karena itulah aku memaknai Ambon sebagai "Kota Dhuha". Kemudian, masih seirama dengan arti dhuha yaitu "saat naiknya matahari" ternyata kepindahanku ke Ambon adalah dalam rangka "kenaikan" juga, yaitu kenaikan jabatan menjadi Fungsional Pemeriksa Pajak. Disini tampak semua sudah diskenariokan oleh-Nya, dan tugasku untuk melakoni semua dengan sebaik-baiknya, sebenar-benarnya dan seindah-indahnya.
Sudah enam bulan aku menjalani kehidupan di kota ini. Ada tugas baru tentunya, ada tanggung jawab yang lebih besar, ada tuntutan dan ancaman yang macam-macam, ada tantangan-tantangan yang minta ditaklukkan, setidaknya itu daftar riwayat yang sudah dan akan aku jalani ke depannya, entah sampai kapan. Semoga Gusti Allah selalu membentangkan perlindungan-Nya.
Waihaong
08 Januari 2017

0 komentar:
Posting Komentar