Menulis untuk sebuah pencarian yang tak berkesudahan. Menulis untuk mengaktualisasi yang asalnya cuma bayang-bayang. Menulis untuk merumuskan lintasan-lintasan yang tiba-tiba muncul dalam pikiran. Menulis untuk menyapa lembutnya hati dan dalamnya perasaan. Menulis untuk secara perlahan dan terus-menerus menguatkan keyakinan. Menulis untuk memaknai setiap torehan dan liku kehidupan. Menulis untuk berupaya menggapai hakikat dan kesejatian.

Senin, 14 November 2011

Dengan Rindu

Tiada beda
Selangkah atau dua
Secangkir atau bejana
Datangmu membuat lupa
Bersandingmu ku tiada
Engkau saja

Dengan rindu kau hujani aku
Kau hantam dadaku dengan peluru
Kau menikam tepat pada kalbu
Siapa kau?
Bahkan aku tak juga mengenalmu

Kau diam begitu lama
Lalu bilang tak ada
Kau jawab aku tak tahu
Saat kutanya maksudmu
Tapi, kenapa?
Bukankah ini soal rasa?
Kau sebut bukan tentangku
Hanya kamu

Tak mampu kuucap rasa perasaanku
Mulut hanya membisu
Lidah pun membeku, kaku
Tapi tak apa, akan kusimpan saja
Biar kau sendiri menjawabnya
Kau yang kuasa mengerti-membaca


Pondok Aren
14 Nopember 2011
09:59

0 komentar:

Posting Komentar