Tiada beda
Selangkah atau dua
Secangkir atau bejana
Datangmu membuat lupa
Bersandingmu ku tiada
Engkau saja
Dengan rindu kau hujani aku
Kau hantam dadaku dengan peluru
Kau menikam tepat pada kalbu
Siapa kau?
Bahkan aku tak juga mengenalmu
Kau diam begitu lama
Lalu bilang tak ada
Kau jawab aku tak tahu
Saat kutanya maksudmu
Tapi, kenapa?
Bukankah ini soal rasa?
Kau sebut bukan tentangku
Hanya kamu
Tak mampu kuucap rasa perasaanku
Mulut hanya membisu
Lidah pun membeku, kaku
Tapi tak apa, akan kusimpan saja
Biar kau sendiri menjawabnya
Kau yang kuasa mengerti-membaca
Pondok Aren
14 Nopember 2011
09:59
Senin, 14 November 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar