Menulis untuk sebuah pencarian yang tak berkesudahan. Menulis untuk mengaktualisasi yang asalnya cuma bayang-bayang. Menulis untuk merumuskan lintasan-lintasan yang tiba-tiba muncul dalam pikiran. Menulis untuk menyapa lembutnya hati dan dalamnya perasaan. Menulis untuk secara perlahan dan terus-menerus menguatkan keyakinan. Menulis untuk memaknai setiap torehan dan liku kehidupan. Menulis untuk berupaya menggapai hakikat dan kesejatian.

Selasa, 17 Juli 2012

Selamat Pagi

Dengan namamu.
Aku berucap sapa mengawal dininya waktu.
Melalui namamu,
Pagi mendendang irama sunyi dalam kalbu.

Puji syukur pada-Mu Illahi.
Atas anugerah senyum yang menari-nari,
Bersama curahan demi curahan hangat sinar mentari.
Segar nafasmu berhembus menyokong lemahnya hati.

Selamat pagi perjalanan.
Bersamamu aku mengecap sejuta kahanan.
Menapaki hari-hari temui pengalaman demi pengalaman.

Selasa, 10 Juli 2012

Nasihat Emak II


Kamu sering berubah-ubah, Nak. Sulit rasanya mengetahui isi hatimu, walau hanya seuntai yang kumau.

Ingatlah, Nak. Yang kamu mau sungguh tak ada! Bahagia itu selalu beriring dengan derita, surga dengan neraka. Tak mungkin kamu hanya memilih enaknya.

Jika kamu memang menghendaki bahagia, kamu bisa membuatnya ada, Nak, di hatimu. Yang penting kamu terlebih dahulu bersedia ikhlas menerima.

Rabu, 04 Juli 2012

Hampa Sunyi



Ketika pagi mulai bersua,
sungguh malam telah tiada.
Kekosongan pun menemukan isinya,
usai bergelut dengan hampa.

Kosong dan isi dapat bertemu.
Begitu pula dengan cinta dan benci,
yang disatukan oleh rindu.

Saat rindu berkuasa,
adakah dapat mengurai benci dalam kehadiran cinta?
Tidakkah benci telah remuk, cinta hilang bentuk?

Dalam perpisahan.
Cinta adalah kesunyian.
Benci itu kehampaan.
Sedang rindu jarak antara hampa-sunyi yang memisahkan.

Dalam pertemuan.
Cinta menjelma kesyahduan.
Benci menyematkan kegelisahan.
Pada rindu laksana dahaga terpuaskan oleh hujan.

Akhirnya semua berujung pada kesejatian.
Dimana cinta telah melebur dalam keindahan.
Benci dalam kedamaian.
Dan rindu tenang dalam kebijaksanaan.


Jalan Kayoon 28
04 Juli 2012 10:55
Sumber Gambar

Selasa, 03 Juli 2012

Nasihat Emak I



Ingatlah, Nak! harta bukanlah segala-galanya, tak pernah menjamin tenteram - bahagia seorang pun di dunia.

Ingatlah, Nak! Kesediaan bersyukur dan menerima lah yang utama. Betapa banyak orang kaya tapi tak pernah bisa menikmati hartanya.

Kamis, 10 Mei 2012

Di Atas Pusara

Aku tulis ini  untuk mengenang seorang teman yang telah lebih dulu berpulang,
Abdullah Faqih (Mbah).


Belum sempurna malam melukis gelap.
Suara di kejauhan datang mengusik.
Melontar seuntai khabar.
Sungguh pahit melilit menghimpit.

Kapala tak henti-henti kenangkan kisah:
Derai canda, semangat juang, luapan keluh.
Yang dahulu telah tergoreskan.
Bersanding rajutan mimpi untuk hari depan.

Engkau telah berpulang, teman.
Terlampau cepat rasanya.
Belum lagi aku sempat bersua.
Kita teguk secangkir kopi berdua.

Kamis, 26 April 2012

Derap Langkah


Dalam derap langkah.
Ketika tinggal seutas asa tersisa dalam jiwa yang lelah.
Ingatlah,
langit selalu bentangkan sejuta anugrah.

Rabu, 04 April 2012

Rizal dan Maling (3)


Bel berbunyi dua kali saat pagi menjelang siang adalah tanda yang menyenangkan bagi santri, menandakan waktu istirahat pertama dimulai. Termasuk juga di sekolah Rizal, SMA II Nurul Huda itu juga memiliki tanda istirahat yang sama dengan sekolah-sekolah setingkat SMA lain, yang juga berada di lingkungan pesantren. Saat istirahat pertama itu, bagi Rizal dan sebagian besar teman-temannya adalah saat untuk sarapan pagi. Serangkaian kegiatan pagi di pesantren memang cenderung tidak memberi cukup waktu bagi mereka untuk sarapan, sehingga mereka harus melakukannya sekitar jam sepuluh siang. Di saat seperti itu mereka langsung menuju kantin pesantren, yang letaknya tak jauh dari sekolah.