Menulis untuk sebuah pencarian yang tak berkesudahan. Menulis untuk mengaktualisasi yang asalnya cuma bayang-bayang. Menulis untuk merumuskan lintasan-lintasan yang tiba-tiba muncul dalam pikiran. Menulis untuk menyapa lembutnya hati dan dalamnya perasaan. Menulis untuk secara perlahan dan terus-menerus menguatkan keyakinan. Menulis untuk memaknai setiap torehan dan liku kehidupan. Menulis untuk berupaya menggapai hakikat dan kesejatian.

Selasa, 10 Juli 2012

Nasihat Emak II


Kamu sering berubah-ubah, Nak. Sulit rasanya mengetahui isi hatimu, walau hanya seuntai yang kumau.

Ingatlah, Nak. Yang kamu mau sungguh tak ada! Bahagia itu selalu beriring dengan derita, surga dengan neraka. Tak mungkin kamu hanya memilih enaknya.

Jika kamu memang menghendaki bahagia, kamu bisa membuatnya ada, Nak, di hatimu. Yang penting kamu terlebih dahulu bersedia ikhlas menerima.

Saat kamu memilih, Nak. Jika telah bertemu baiknya, pada saatnya akan menyusul pula buruknya. Tak ada sesuatu pun di dunia ini yang tercipta sempurna, Nak!

Kemudian saat kau mulai ragu, timbanglah baik-buruknya untukmu. Sandarkan keputusanmu pada kebaikan itu. Waspadalah, karena nafsu sesaat dapat menipumu.

Ya sudah, Nak. Biar emak cukupkan di sini. Intinya berhati-hatilah selalu. Tak usah kamu kawatir. Emak selalu ada untukmu, mendoakanmu.



Saifuddin Du
Kedinding Lor
10 Juli 2012 12:26
Sumber Gambar

0 komentar:

Posting Komentar