Menulis untuk sebuah pencarian yang tak berkesudahan. Menulis untuk mengaktualisasi yang asalnya cuma bayang-bayang. Menulis untuk merumuskan lintasan-lintasan yang tiba-tiba muncul dalam pikiran. Menulis untuk menyapa lembutnya hati dan dalamnya perasaan. Menulis untuk secara perlahan dan terus-menerus menguatkan keyakinan. Menulis untuk memaknai setiap torehan dan liku kehidupan. Menulis untuk berupaya menggapai hakikat dan kesejatian.

Selasa, 12 Maret 2013

Puisi Malam

Senja ketika tak menjelma kata-kata.
Sebilah pena tak mampu lagi melukis bahagia,
Bahkan tak kuasa menyematkan duka.
Malam pun tiba berselimutkan hampa.

Entahlah, malam menjadi bisu benar.
Kekosongan membaur dalam semesta rasa.
Setitik asa pun turut tenggelam sirna.

Kuping telah bising oleh janji-janji.
Mulut berbusa tanpa makna.
Hati penuh sangka kian gemuruh.
Lelaku hanya berlalu, tiada tertuju.

Tiada ada menjalani kesunyian tanpa tersayat luka.
Tiada ada menghinggapi kerinduan selain hasrat berjumpa.
Tiada ada menyelami malam hingga bertanya hakikat cinta.

Oo malam...
Ajari aku menikmati terangnya purnama.
Atau sekedar meresap bintang-gemintang yang berkelip menyala.
Jika engkau sepenuhnya tak menyematkan pelita.
Tuntun langkahku untuk terus mencari titik-titik cahaya.



Saifuddin Du
Karangkembang - Babat
02 Maret 2013 05.52
Sumber Gambar

0 komentar:

Posting Komentar