Menulis untuk sebuah pencarian yang tak berkesudahan. Menulis untuk mengaktualisasi yang asalnya cuma bayang-bayang. Menulis untuk merumuskan lintasan-lintasan yang tiba-tiba muncul dalam pikiran. Menulis untuk menyapa lembutnya hati dan dalamnya perasaan. Menulis untuk secara perlahan dan terus-menerus menguatkan keyakinan. Menulis untuk memaknai setiap torehan dan liku kehidupan. Menulis untuk berupaya menggapai hakikat dan kesejatian.

Selasa, 14 Februari 2012

Sajak Rindu II



Tembang itu..
Ingatkanku pada lembut suaramu.
Pada serasi bibir mungilmu saat melantun merdu.
Hingga membawaku lalui gerbang rindu.

Manis senyummu masih membekas di hatiku.
Indah parasmu selalu membahyang di otakku.
Tak kuragu lagi kamu satu-satunya yang kurindu.

Yang kurindu darimu bukan saat bertemu.
Tetapi saat kamu memandangku lalu aku tertunduk malu.
Atau oleh karenamu hatiku menjadi dag-dig-dug tak menentu.

Mata tanpa memandangmu adalah jemu.
Lidah tanpa menyebut namamu adalah kelu.
Pikir tanpa membahyang senyummu adalah pilu.
Hati tanpa merasa hadirmu adalah bisu.

Tak semua rindu dapat terucapkan.
Dalam diam aku simpan berjuta ungkapan perasaan.
Rindu membuatku yakin akan rasamu.
Rasa kita tak lagi terikat oleh status apapun juga.

Hanya rindu mampu pahamimu.
Hanya cinta akan mengertiku.


Saifuddin Du
Kalimongso
14 Februari 2012 20:23
Sumber Gambar

0 komentar:

Posting Komentar